Skip to content

Kembara

April 14, 2009

kembara1Kembara sendirian

Terkapai tanpa ehsan

Egokah yang dituhankan?

Atau akuisme yang diagungkan?

Dan di seketul daging itulah jawapannya…

3 Comments leave one →
  1. April 15, 2009 3:15 am

    Biarpun pengembaraan ini telah jauh meninggalkan asal mula, tak seharusnya lupa akan kesaksian yang terucap di alam arwah saat Allah bertanya kepada manusia,”Bukankah Aku Tuhanmu?” Manusia menjawab,”Betul. Engkau Tuhan kami.”
    Maka sudah selayaknya Dia, Allah, yang diagungkan


    kejahilan sering nuntut mentuhankan ego. semoga kita terpelihara dari golongan yang jahil. amin…

  2. April 15, 2009 5:40 am

    sudah lama saya ingin tau apa arti kembara itu. Saya dulu pernah menghafal syair2 lagu dari malaysia, di dalamnya ada kata2 kemabara, namun sampai sekarang saya belum tau artinya apa?


    kembara itu kayak bermusafir/musafiran… suatu perjalanan.. melalang buana (iya kalih😀 )

  3. April 15, 2009 11:45 am

    Hidup hanyalah pengembaraan, keikhlasan yang jadi sandaran, raga adalah sebuah titipan yang pasti dimintai pertanggungjawaban.


    pengembaraan juga nuntut pengorbanan🙂
    ala kulli hal, syukran atas masukannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: