Skip to content

Syariat yang satu ni..POLIGAMI (lagi)

February 15, 2009

BismilLah…

 

Kali ni aku nak bercerita tentang berkongsi kasih lagi, POLIGAMI… (yang menjadi mimpi ngeri buat kebanyakan wanita, tapi tak semua menganggapnya begitu). Aku tak tahu kenapa aku cukup2 berminat dengan topik yang satu ni. Pernah seorang teman meminta aku membuat sedikit research (macam tau sangat buat research. hihiii) tentang freemansory dan menge’post’nya di ruangan ini. Memang pernah terbaca tentangnya suatu ketika dahulu tapi sekadar bacaan ringan yang tak sampai membuat aku berminat mengetahuinya lebih lanjut. Tapi kukatakan padanya aku kurang berminat tentangnya dan biarlah yang empunya bidang berbicara tentangnya. Poligami? Poligami pun memang takde kena mengena dengan bidang pendidikan (kalau ada pun mungkin sangat jauh kaitannya). Tapi mungkin sebab topik yang satu ni sangat berkait rapat dengan kaumku Hawa dan selalu dikatakan wanita agak bermasalah dengannya.

 

Dalam satu perbualan bersama seorang teman, sempat aku berdiskusi tentang isu ini dengannya. Temanku itu berasal dari negara jiran, Indonesia. Disebabkan ada sorang teman yang agak geli geleman ’mendengar’ aku berbahasa indonesia (hehehe), maka aku alih bahasakan perbualan kami ke dalam bahasa Melayu😀

”Bagaimana penerimaan poligami di negara akhi..?”, soalku membuka pintu topik pebretku ini.

”Sy pernah berdiskusi bersama teman2 tentang pernikahan kedua Aa Gym yang seperti menjadi isu besar di negara akhi. Kenapa sampai macam tu?”, tambahku bertanya lagi.

”Ya, tapi kalau saya tak terlalu mempermasalahkan. Dalam Islam diperbolehkan poligami. Kalau suami mampu bersikap adil juga jika istri merelakan, tapi kalau suami tidak mampu bersikap adil, cukup 1 istri saja”, jawabnya menjelaskan kembali pengenalan kepada syarat poligami itu. Aku mengiyakan kata2nya. Dalam Surah An-Nisa ayat ke 3 Allah ada menegaskan dalam firmanNya (artinya):

”Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.

”Yang membaca alQuran atau sekurang2nya mengikuti kelas pengajian (tentang ilmu agama) tentu tau tentangnya syariat Islam memperbolehkan berpoligami”, kataku.

”Cuma saya tertanya-tanya, kenapa di Indonesia dipermasalahkan tentang pernikahan kedua ulama terkenal Aa Gym”, tambahku bertanya. Isu itu juga yang cuba kutanyakan padanya.

”Mungkin mereka yang mempermasalahkan terpengaruh dengan pemikiran barat”, jawabnya membuat kesimpulan mudah.

”Saya pernah diskusi bersama teman2 wanita soal poligami, kenapa ramai yang tidak dapat menerima poligami. Kata kebanyakan mereka, mereka sukar menerima poligami sebab contoh yang ditunjukkan lelaki berpoligami itu ya tak baik. Keluarga kebanyakannya pecah belah”, aku membentangkan rumusan hasil diskusi (chewah!) atau lebih kepada sembang2 (sembang berisi) dengan teman2. Memang sebelumnya aku suka mengajukan persoalan kenapa wanita sukar menerima poligami kepada teman2 wanita termasuk satu2nya adik perempuanku sendiri. Yang bestnya, walaupun setakat ni aku belum jumpa yang pro poligami tapi jauh di lubuk hati mereka yang agak anti poligami tu sebenarnya ada rasa yang tersembunyi untuk dapat menerima berkongsi kasih. Cuma ada hal2 yang menutup rasa itu.

”Menurut ukhti macam mana?”, tanyanya.

 

Nah, aku tinggalkan kalian dengan persoalan temanku ini. InsyaalLah aku jawab dalam entri seterusnya. Hasil perbincanganku bersama teman2 wanita dan adik perempuanku juga insyaalLah akan kurungkaikan dalam entri seterusnya.

5 Comments leave one →
  1. February 17, 2009 11:22 pm

    bismillah…

    selalu ditunggu entri berikutnya..(he..pedahal entri adek yang kemaren pun lum selese..dan lum disambung….)

    wallahu a’lam


    AlhmdulilLah..akk masih dikuatkn berkongsi sedikit pengalaman dari perjalanan hidup yang penuh warna dan rasa.
    tuh kan… makanya disambung donk..ditunggu nich🙂

  2. putra purnama permalink
    February 20, 2009 2:03 am

    Percayalah..
    Kalau saja istri pertama udah setia & sholehah (amiin) pasti sang suami g akan mungkin nikah lagi..

    Dan kalau masih mau nikah lagi, itu mah bukan ngikutin Nabi – tapi cuman ngikutin nafsu.. !!

    “Inna mubadzirina kaanu ikhwanasy syayatiin ; sesungguhnya berlebih-lebihan itu temennya setan”🙂

    Putra
    http://www.putrapurnama.wordpress.com


    pernikahan itu kalo kita mengartikannya sekadar memenuhi keinginan naluri antar suami & isteri, maka nafsu la pemandu arahnya.
    syukran atas kesudiannya ziarah lagi ke mari🙂

  3. April 10, 2009 5:28 pm

    ya setiap orang mungkin punya alasan khusus untuk melakukannya. Allah juga mengijinkan kok !!


    iya..stp org pnya alasan khusus. semoga alasan itu dipandu oleh wahyu, bukan akal dan nafsu semata🙂

Trackbacks

  1. PR, tapi Bukan Page Rank - Sains, Sastra dan Religi
  2. PR, tapi Bukan Page Rank

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: