Skip to content

Destinasi Cinta Hakiki

February 3, 2009
tags:

Destinasi Cinta 

(Click pada tajuk lagu untuk pautan ke file lagu ini)

By:  Mestica

 

Menyingkap tirai hati
Mengintai keampunan
Di halaman subur rahmat-Mu, Tuhan
Tiap jejak nan bertapak
Debu kejahilan
Akan ku jirus dengan madu keimanan

 

Tak ternilai airmata dengan permata
Yang bisa memadamkan api neraka
Andai benar mengalir dari nasuha nurani
Tak kan berpaling pada palsu duniawi

 

Destinasi cinta yang ku cari
Sebenarnya terlalu hampir
Hanya kabur kerana dosa di dalam hati
Telah ku redah daerah cinta
Yang lahir dari wadah yang alpa
Tiada tenang ku temui
Hanya kecewa menyelubungi

 

Ku gelintar segenap maya
Dambakan sebutir hakikat
Untuk ku semai menjadi sepohon makrifat
Moga dapat ku berteduh di rendang kasih-Mu

Namun ranjaunya tidak akan sunyi
Selagi denyut nadi belum berhenti
Durjana syaitan kan cuba menodai
Segumpal darah bernama hati

 

Lestarikan wadi kalbuku, oh Tuhanku
Leraikan aku dari pautan nafsu
Biarpun sukar bagiku melamar redha-Mu
Namun masihku mengharap ampunan-Mu
Wahai Tuhanku? Ya Allah?

 

Medan itu memaksaku mengakui betapa masih lemahnya imanku. Debu-debunya mengaburi mata hati sehingga tak terlihat musuh yang tersembunyi. Kalam yang selama ini membentengi sekeping hati yang cuba kusucikan demi meraih cintaMu akhirnya menusuk diri. Dan seorang mujahidah itu terpaksa berundur beberapa langkah ke belakang. Berundur bukan kerana tewas tetapi untuk mengatur semula gerak, memperkemas kembali rentak berpaksi pada niat yang SATU, dengan harapan ENGKAU berkenan memberi kekuatan untuk meneruskan perjuangan. Musuh yang tak terlihat ini cukup ampuh membuat seluruh tubuh lemah tak bermaya. Tunjukkan aku jalanMu agar kutemui Destinasi Cinta yang hakiki.

3 Comments leave one →
  1. February 3, 2009 7:24 pm

    Wah, nampaknya sang Cek Gu sudah beralih profesinya menjadi Sang Pujangga Cinta….😀


    naah, itu namanya varsatile, cikgu yang romantik. Hehehe… Bercanda kok😀

  2. February 4, 2009 5:11 am

    Tak apalah kalau Cek Gu jadi Sang Pujangga….Saye juga senang disni….😀

    Nanti kalau sudah pensiun dari Cek Gu, bisa tuh jadi penyair terkenal di Malaysie….
    Kalaupun ade pesta di Kerajaan, pastilah Mbak diundang untuk melantunkan sepatah dua patah kata Syairnya di hadapan Sang Datuk….😀

    Sukses ya Mbak….😀


    wah! ga mau ah! mending sy melantunkan bait2 syair di hadapan anak2 murid suami (ntar udah menikah. hihiii) sy aja. heheee…

  3. salam02 permalink
    February 25, 2009 11:05 pm

    kegagalan adalah sukses yang tertunda…
    salah satu kuncinya…optimis dalan melangkah…
    dan..jangan berputus asa atas Rahmat Allah…
    Cinta hakiki……dengan Ridho ILLAHI….
    itu yang selalu dinanti…..
    kapankah kan kita dapatii…?
    sabar ya ukhti….he…..e….e…


    dan kekecewaan pula adalah kebahagiaan yang tertunda…
    tangisan adalah tawa yang tertunda…
    optimis..? bener + setuju..
    kesabaran itu adalah permata…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: