Skip to content

Renungi dan syukurilah

September 14, 2008

Apa yang saya maksudkan di sini adalah mengingati nikmat2 Allah yang telah diberikan kepada kita dan ternyata nikmat2 tersebut amatlah banyak bermula dari kepala hingga ke bawah telapak kaki. Allah Taala berfirman:

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (An Nahl: 18).

 

Kesihatan tubuh, keamanan di dalam negara, makanan dan pakaian yang mencukupi, air dan udara yang tiada henti; semua itu merupakan kurnia Allah. Ternyata kita telah menguasai kenikmatan dunia, namun kita sering tidak merasakannya. Kita dapat hidup, namun kita tidak menyedarinya. Allah Taala berfirman:

 “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan” (Luqman: 20).

 

Kita memiliki dua mata, lidah dan bibir, dua tangan dan dua kaki. Allah Taala bertanya dalam firman-Nya:

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar Rahman: 16).

 

Mahukah mata kita ditukar dengan emas sebesar gunung Everest? Relakah kita menjual telinga dengan perak sebesar gunung Fuji? Mahukah kita membeli istana megah semegah istana paling mewah di muka bumi ini dengan lidah kita hingga kita menjadi bisu? Mahukah kita menukar kedua2 tangan kita dengan kalung permata dan yakut hingga tangan kita kudung? Sesungguhnya kita bergelumang dengan kenikmatan yang berlimpah dan anugerah yang begitu banyak, tetapi kita tidak menyedarinya. Kita hidup dalam keadaan susah, menderita, sedih dan murung, sedangkan kita masih lagi mampu menjamah nasi, minum air segar, tidur lena dan mendapat kesihatan yang begitu baik.

 

Kita lebih gemar memikirkan nikmat yang tidak kita miliki dan kita enggan mensyukuri nikmat yang sedia ada dan kita bersedih dengan kerugian harta yang dialami, sedangkan kita masih lagi mempunyai kunci kebahagiaan, anugerah yang berlimpah berupa kebaikan, kurnia, kenikmatan dan segala2nya. Renungilah dan bersyukurlah. Allah Taala berfirman:

“Dan (juga) pada dirimu sendiri, apakah kamu tiada memperhatikan?” (Az Zariyat: 21).

 

Fikirkanlah mengenai diri kita sendiri, keluarga, kediaman, pekerjaan, kesihatan, rakan2 dan persekitaran kita. Allah Taala berfirman:

“Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudia mereka mengingkari” (An Nahl: 83).

 

Nikmat2 Allah datang kepada kita tanpa henti, seharusnya kita ikat dengan cara bersyukur. Syukur ada 3:

1.       Mengakui nikmat Allah dalam anggota batin

2.       Mensyukuri nikmat Allah dalam anggota batin

3.       Menggunakan nikmat-Nya untuk melakukan apa2 yang diredhai-Nya.

Jika seorang mukmin telah melakukan ketiga2 ini bererti dia telah mensyukuri nikmat Allah. Moga kita tergolong dalam golongan yang sentiasa bersyukur dan menanamkan sifat qana’ah dalam diri.

 

Firman Allah Taala:

“Kamu tidak sekali-kali akan mencapai (hakikat) kebajikan dan kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu beri makan sebahagian dari apa yang kamu sayangi, dan sesuatu apa yang kamu dermakan maka sesungguhnya Allah mengetahui” (Ali Imran: 92).

 

Kita diperintahkan berdoa sesuai dengan status kita sebagai hamba. Allah Taala berfirman:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Al A’raaf: 55).

 

Dalam ayat seterusnya Allah mengingatkan kita agar menanamkan rasa takut dan mengharap dalam berdoa seperti firman-Nya:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (Al A’raaf: 56).

 

Kemudian Allah Taala berfirman lagi:

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai” (Al A’raaf: 205)

 

Berdoa harus disulam rasa ikhlas, kerendahan hati serta tidak jemu untuk sering mengulangi doa. Kita contohi saja Nabi Zakaria dalam berdoa yang doanya tersurat dalam surah Maryam (4):

“Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku”.

Nabi Zakaria memohon dikurniakan anak meski tahu isterinya mandul tapi dia tak pernah berputus asa dalam berdoa kerana dia tahu kuasa Allah melebihi segala2nya.

 

Juga seharusnya kita contohi doa Nabi Nuh yang tersurat dalam surah Huud (47):

Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi”.

 

Nah, kita perhati saja bait2 ayat doa yang dipohon oleh orang2 beriman seperti Nabi Zakaria dan Nabi Nuh ini. Malah ada banyak lagi doa yang baik dalam Kalam Allah yang boleh kita amalkan dalam memohon kebaikan hidup dunia juga akhirat. Cuba rujuk dalam surah2 dan ayat2 ini:

1:6, 3:8, 3:16, 3:191, 3:193, 3:194, 7:126, 7:156, 12:101, 26:83, 26:84, 26:85, 26:87, 27:19, 52:28, 66:11

 

Manusia agung penghulu kita, Rasulullah saw sendiri telah mengingatkan kita mengenai bahana kemewahan dan kesenangan dalam sabda baginda:

“Celakalah orang yang memperbudakkan dirinya kepada wang dan harta. Apabila diberi ia puas dan apabila tidak diberi ia gelisah” (Bukhori).

 

Boleh saja kita masih belum mampu berhadapan dengan kemewahan makanya Allah menangguhkan rezeki yang kita pohon itu hingga satu saat kita telah benar2 kuat untuk berhadapan dengan kesenangan. Harus diingat, ujian itu juga Allah datangkan dalam bentuk kemewahan dan kesenangan. Sungguh Dia Maha Mengetahui apa yang tersembunyi. Seperti firman-Nya:

“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka” (Az Zumar: 8).

 

Mungkin juga Allah ingin menjadikan kita lebih baik dengan menguji kita melalui penangguhan doa2 kita, agar kita jadi orang yang lebih sabar. Terima saja sebagai satu tarbiyah dari Allah Taala. Dia tidak mentaqdirkan sesuatu itu dengan sia-sia, pasti ada hikmahnya.

 

Allah pasti akan memakbulkan doa2mu seperti janji-Nya:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (Al Baqarah: 186).

 

Juga dalam firman-Nya yang lain Dia berjanji:

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut” (Al Anfaal: 9).

 

Kalau kita benar2 orang beriman dan sering melakukan amalan soleh yang Allah sukai, Dia pasti akan menambahkan nikmat-Nya buat kita. Yakin saja dengan firman Allah Taala:

“Dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras” (Asy Syuura: 26).

 

Janji Allah itu benar, pasti benar. Yakinlah…! Pimpin keyakinan itu dengan cahaya iman dan mantapi dengan taqwa dan tawakal. Put your trust in Allah…

 

p/s: entri kali ini bersumberkan buku Jangan Bersedih dan software terjemahan al Quran yg kumiliki. Sebenarnya ia berilhamkan pertanyaan seorang saudara yang agak keliru dengan dirinya. Moga2 memberi manfaat buat semua yg membaca… 

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: