Skip to content

Kerinduan Pada Jemputan Nan Satu

July 5, 2011
tags:

BismilLahirrahmanirrahim…

Assalamu’alaikum..

AlhamdulilLah bersisa lagi kudrat menjengah sudut yang semakin sepi ini. Rindu pula pada waktu2 ringannya jemari melakar kata di sini, berkongsi sesuatu yang mampu memberi pencerahan minda dan jiwa (selain sekadar melepas lelah dari perjalanan yang meletihkan).

Sedar tak sedar, dah 5 hari kulewati usia baru yang angkanya bertambah lagi, genap 28. Kalau diizinkan lagi 2 tahun masuk ke fasa usia baru, 30 tahun. Allahu Rabbi… 28 tahun… Apa sebenarnya yang telah kubekalkan dalam hidup dalam mendepani hari penghakiman nantinya di SANA? Bila memikirkan ini,seram sejuk pula dibuatnya. Sejak2 bergelar isteri, kerap kali kuajukan pada sang suami soal kematian hingga pernah sekali dia jadi kurang senang dengan topik perbualan yang kuajukan.

“Abang, nak tinggalkan wasiat siap2 boleh tak?”

“Wasiat apa pula ni?”

“Kalau ditakdirkan cayang pergi dulu dari abang dalam keadaan kita masih suami isteri…,boleh tak abang tolong mandikan jenazah, kafankan dan sambut cayang dari liang lahad? Kemudian abang tolong bukakan kain yang membalut wajah cayang”

Perbualan yang cuma lewat pesanan-pesanan ringkas itu padaku cukup memberi kesan. Lega… Terlafaz harapan. Bimbang agaknya kalau2 si isteri berfikir yang bukan2, suami menunjukkan ketidaksukaannya perbualan topik itu dipanjangkan. Maklum, tika itu usia kandunganku semakin matang. Moga2 suami mampu untuk tunaikan bila tiba waktunya.

Waktu bila, di mana dan dalam situasi yang bagaimana kita dirisik dan dijemput malaikat maut adalah sangat jauh sekali dari jangkauan akal. Apa yang mampu hanyalah mempersiap diri untuk menghadapi saat itu. Dan aku? Dah sedia? Sungguh, telah kupendam kerinduan sekian lama pada jemputan nan satu itu. Hanya saja ada ketikanya kerinduan itu pudar dek kerisauan akan hal2 yang belum kuselesaikan di pentas persinggahan ini. Adakah ini tanda kecintaanku pada dunia melebihi kecintaanku pada alam yang kekal di sana? AstghfirulLah… Amal tidak seberapa, hanya mengharap rahmat dan kasih sayangNYA.

Akhir kalam, kusisipkan sebuah puisi indah yang intinya menggambarkan juga tentang rinduku pada kematian. Judulnya “Kerinduan Pada Maut”

 

 

 

Tuhan….
Aku ingin tertidur pada sayap malaikat
Belajar ilmu cahaya, tentang singkatnya hidup ini
Aku ingin berjumpa dengan-Mu
Sirna di wajah-Mu, daging dan tulang ini tak lagi jadi hambatan
Aku ingin berbincang dengan sosok bernama Muhammad bin Abdullah
Berkisah pada Sang Terpilih itu, bahwa dunia sudah tak lagi berkawan

Entah kapan maut menjemputku..
Aku jenuh dalam dunia penyembah kepalsuan
Aku rindu kematian…

Datang dengan lembut sayap-sayap malaikat maut
Memeluk pulang hamba yang tak kuasa akan dosa
Terbang menembus batas kehidupan
Mencium semerbak wewangian penghuni langit
Putih-putih jiwa yang dalam ketenangan
Mereka berbincang luhur tentang diri-Mu
Pun sesekali berbincang pilu tentang dunia

Aku masih melangkah dalam kenyataan … aku hidup
Sedang setiap yang hidup terhukumi pejuang kebenaran
Padahal, sejujurnya aku lelah, Tuhan…

Setiap tangis alam yang kudengar,
Makin saja membuatku terbenam

Bisik-bisik rembulan tentang malam
Tentang semua embun pagi dari air mata pelacur
Tentang muntah kucing dari makanan anak jalanan
Tentang orang-orang lain yang tertawa menonton lawakan
Tentang semua tangisan!! Semuaaaaa!!
Tentang kisah pilu bumi ini!!
Ironi… Hatiku terhantam!! Pedih…

Lalu, apa yang Kau tunggu?
Apakah aku akan menjadi pahlawan?
Apakah aku sosok penyelamat dunia ini?
Ataukah aku hanya cecunguk lain yang hanya jadi beban
Penjilat, pemuja uang dan tipu daya setan

Cukuplah dosaku berbadai bagai samudera
Terombang-ambing aku dibuatnya
Cukuplah nyawaku lama pun tak berdaya
Jika memang belum saatnya, izinkan aku hidup dalam tenang

Tapi, Tuhan…
Sungguh, aku rindu mautku datang…

 

 

 

 

 

 

Kredit buat penulisnya rezanufa lewat http://rezanufa.wordpress.com/2011/06/27/kerinduan-pada-maut

 

Advertisement
One Comment leave one →
  1. July 5, 2011 10:36 pm

    Akhirnya, lama sudah saya menantikan tulisan baru di blog ini :D


    heheee…jadi malu nich.abis sering absen untuk update blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.